Sinopsis Novel Dilan dan Sinopsis Novel Dilan 2
Karya Pidi Baiq
Sinopsis Novel
Dilan – Novel Dilan menceritakan tentang kisah dua orang yang saling
mencintai. Novel ini sama bagusnya dengan novel karya Andrea Hirata seperti
karyanya Novel Laskar Pelangi,
dan Sang Pemimpi. Pidi
Baiq adalah penulis novel ini berhasil membuat pembacanya terhibur dengan kisah
cinta kedua remaja Romantis dan menggelitik, tapi ending yang jauh dari dugaan
para pembaca.
Kabar Gembira!
Buat kamu para
penggemar novel Dilan. Ada kabar gembira bahwa novel ini akan diangkat menuju
layar lebar. Saat ini sedang dalam proses syuting.
Sinopsis Novel Dilan : Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Novel Dilan ini
menceritakan sebuah kisah seorang perempuan yang bernama Milea. Milea merupakan
seorang murid yang baru saja pindah dari Jakarta. Ketika Milea pergi menuju
sekolahnya, dia bertemu dengan teman yang kebetulan satu sekolahan dengannya.
temannya itu adalah seorang yang suka meramal.
Laki-laki yang suka
meramal itu berkata bahwa nanti mereka berdua akan bertemu di kantin sekolah.
Pada awalnya Melia acuh dengan lelaku itu, tapi dia merasa terganggu karena
setiap hari laki-laki itu selalu saja menghampirinya. Milea pun mau tidak mau
mencari tahu laki-laki itu. Ternyata laki-laki itu bernama Dilan.
Pada suatu hari,
ketika Dilan membuntuti Milea ketika pulang menggunakan angkot Dilan berkata, ”
Milea, kamu itu cantik, akan tetapi aku belum cinta kepadamu. Tak tahu jika
sore. Tunggu saja”. Kata yang diucapkan Melia menjadikan jantungnya berdetak
dengan kencang, mungkin saja dia kaget dengan apa yang diucapkan oleh Dilan.
Dengan diam Melia mendengar ucapan Dilan, saat itu juga Melia teringat dengan
pacarnya bernama Beni yang tinggal di Jakarta.
Dilan mendekati Milea
memakai cara yang unik dan tak biasa, mungkin karena hal itu Milea terus
memikirkannya. Dilan meberikan hadiah kepada Melia sebuah cokelat melalui POS,
Dilan pun membawa seorang tukang pijat ketika Milea jatuh sakit, Dilan memberik
sebuah TTS ( teka teki silang ) kepada Melia untuk hadiah ualng tahunnya, yang
lucunya TTSnya itu ada tulisan “Selamat Hari Lahir Melia, Ini aku persembahkan
hadiah untuk kamu, Hanya sebuah TTS, tapi semuanya sudah aku isi, aku cinta
kamu, aku tidak ingin kamu jadi pusing karena mengisi TTS ini”.
Waktu pun terus bergulir, Dilan dan
Milea pun semakin akrab. Milea tahu tentang Dilan beberaa hal dari temannya
yang bernama Wati, sepupu Dilan sekelas dengan Milea. Sekolah Milea mendapatkan
kesempatan untuk mengikuti acara cerdas cermat yang diselenggarakan oleh TVRI,
para siswa yang tidak mengikuti lomba boleh untuk memberikan semangat kepada
teman-temannya yang mengikti lomba.
Milea pun ikut, dia pun sudah memiliki
rencana untuk bertemu pacarnya Beni. Milea lama menunggu Beni yang janji akan
bertemu di TVRI, akan tetapi Beni tidak datang-datang. Pada akhirnya, Milea
pergi unutk makan bersama temannya Wati dan Wanda. Ketika itu Beni datang
dengan penuh emosi dan marah melihat Milea makan dengan laki-laki selain
dirinya. Hubungan mereka kandas ketika itu juga. Jelang beberapa hari Beni
mengajak Milea untuk kembali menjadi pacarnya, tapi Milea menolak penawaran
Beni.
Suatu ketika Milea Bertemu dengan
ibuna Dilan. Ternyata, ibunya Dilan asiknya sama seperti Dilan. Ibunya Dilan
pun senang dengan Milea, jadi ibunya Dilan memberikan dukungannya agar mereka
jadian.
Akhirnya mereka berdua pun resmi
pacaran. Sampai-sampai, Dilan membuat surat resmu dilengkapi materai yang
isinya seperti teks proklamasi.
Sinopsis
Novel Dilan 2

Novel
kedua ini merupakan lanjutan dari novel pertama, jika di novel pertama
bercertia mengenai masa Milea bertemu Dilan dan proses Milea bisa menykai dan
dekat dengan Dilan.
Di
novel kedua bercerita mengenai masa mereka berdua ketika sudah jadi pacar yang
dinyatakan dengan lisan dan tulisan bermaterai.
Milea
pun kembali bercerita tentang kisah percintaannya dengan Dilan. Seperti orang
yang baru jadian pada umumnya, Milea mengalami masa yang indah di SMA sesudah
resmi jadi pacar Dilan. Ketika guyuran hujan menerpa, Dilan menggunaka motor CB
dengan Milea di belakangnya. Milea dengan erat memeluk Dilan. Mereka berdua
jalan-jalan menyusuri Jl. Buah Batu sembari ketawa riang, itu semua berkat
Dilan yang selalu membuat hari-hari Milea bahagia.
Jawaban
yang diberikan Dilan selalu saja membaut Milea tersenyum, Dilan pun termasuk
orang yang cerdas dan pintar di kelasnya, buktinya dia selalu mendapatkan
ranking satu atau dua. Meski Melia merasa khawatir dengan Dilan yang bergabung
dengan geng motor, karena Melia takut terjadi hal yang buruk menimpa Dilan
karena geng motor.
Ketika
itu, sekolah tidak ada kegiatan belajar mengajar sebab para guru sedang
melakukan rapat untuk mempersiapkan pembagian rapor. Milea merasa tidak enak
dengan kejadian Dilan berkelahi dengan Anhar sebab membela dirinya. Milea
merasa takut dan cemas jika nantinya Dilan dikeluarkan dari sekolah. Tiba-tiba,
datang Piyan memberitahu Milea bahwa Dilan berkelahi di warungnya Bi Eem.
Milea
pun panik mendengar berita itu dan langsung menuju ke tempat Dilan berada.
Ketika Milea bertanya berkelahi dengan siapa, Dilan malah menjawab “Agen CIA”.
Mendengar jawaban dari Dilan yang seperti itu membuat Milea kesal dan khawatir,
apabila terjadi sesuatu lagi dengan kekasihnya itu. Seperti biasanya, Dilan
selalu tenang dalam menghadapi permasalahan. Malahan Dilan sempat-sempatnya
bercanda ketika Milea merasa panik. Hal itu sengaja Dilan lakukan supaya
meredamkan hati Milea.
Sampai
pada suatu malam, Milea ditelpon Piyan, bahwa Dilan sudah tahu orang yang
mengeroyok yang disebut Dilan agen CIA tempo hari. Ternyata orang yang
mengeroyoknya di warung Bi Eemi adalah kakaknya Anhar. Dilan pun berencana
untuk membalas, dia memanggila teman-temannya untuk balas dendam.
Ketika
itu Milea yang ingin menyusul untuk menggagalkan rencananya Dilan bingung karena
tidak ada kendaraan, untungnya Yugo anaknya Tante Anis yang baru pindahan dari
luar negeri sedang berada di rumah Milea. Milea pun berpura-pura mengajak Yugo
untuk jalan-jalan. Pada akhirnya, Milea bertemu denga Dilan. Dia membujuk Dilan
supaya membatakan rencana balas dendamnya dengan ancaman apabila tetap
bersikeras balas dendam akan memutuskan hubungan mereka.
Mereka
sering berdebat tentang masalah geng motor, Dilan tidak pernah merasa kapok
walaupun dia sempat dimasukkan ke penjara 1 minggu dan diusir oleh ayahnya
sebab penyerangan antara geng motor.
Perasaan
Milea yang takut dengan keselamatan kekasihnya itu sangat besar, sampai-sampai
kata putus keluar dari Milea lalu disusul dengan tamparan darinya. Dilan tidak
saja tidak mengerti, kesedihan melanda hati Milea, sebab Dilan tidak suka jika
dikekang, dari peristiwa itu Dilan menjauh dari Milea. Sampai dengan selesai,
Milea kembali ke Jakarta dan kuliah di sana. Sedangkan Dilan kuliah di
universitas ternama di bandung. Jarak antar keduanya saling menjauh, tapi
suasana hati Milea masih sama, hanya kepada Dilan. Makin lama Dila menghilang,
Milea berusaha untuk selalu menghubungi Dilan, akan tetapi keluarga Dilan sudah
pindah rumah. Melia pun kehilangan jejak Dilan.
Sampai
akhirnya, Melia bertemu Herdi yag merupakan kakak tingkat dari tempat dia
kuliah. Herdi mulai mengisi keseharian Milea, sampai mereka menuju ke
pernikahan, Milea selalu mencintai Dilan, tapi Dilan sudah memiliki kekasih
baru.
Itulah
kisah rindu Milea dalam Novel Dilan dengan judul “Dia adalah Dilanku tahun 1991”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar